Selasa, 05 Oktober 2010

Ramuan Ajaib, Mengatasi Demam Berdarah Dengue Secara Alami

Oleh : Moch. Syakir
Menurut data departemen Kesehatan, pada awal tahun 2007 saja jumlah penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) telah mencapai 16.803 orang dan 267 orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah orang yang meninggal tersebut jauh lebih banyak dibanding kasus kematian manusia karena flu burung atau Avian
Influenza (AI).

Meski pemerintah telah menghimbau kepada semua rumah sakit di seluruh Indonesia, baik swasta maupun pemerintah, mengutamakan pelayanan kepad penderita DBD, tetapi karena penyakit ini telah begitu mewabah korban tetap berjatuhan. Pada umumnya, mereka yang meninggal karena DBD adalah karena terlambat diobati.

Penyakit DBD sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan sejak dini dengan menggunakan tanaman yang relatif mudah diperoleh dan murah harganya. ”Kami telah memiliki ramuan obat dari tanaman yang secara empiris bisa menyembuhkan pasien terkena DBD”, kata Kepala Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) Dr.Moch Syakir kepada Sinar Tani di ruang kerjanya.

Bahkan bisa disebut ramuan yang dihasilkan Balittro tersebut adalah ramuan ajaib. Waktu itu, pernah ada pasien terkena DBD yang tidak kebagian tempat di rumah sakit, lalu diobati dengan ramuan Balittro. ”Alhamdulillah pasien tersebut trombositnya naik dan akhirnya sembuh”, ungkap Moch Syakir.

Mengingat banyak kasus yang terkena DBD, yakni hingga puluhan ribu orang, Moch Syakir berpendapat bahwa pencegahan merupakan tindakan yang akan lebih efektif. Apalagi penyebaran penyakit ini lewat nyamuk sebagai vektornya.

Tanaman Pengusir Nyamuk
Pencegahan bisa dilakukan dengan mengusir nyamuk di lingkungan tinggal dengan menggunakan tanaman pengusir nyamuk penyebab DBD. Tanaman tersebut dapat disimpan di dalam atau ditanam di halaman rumah.

Nyamuk penular (vektor) penyakit demam berdarah memang sulit untuk ditanggulangi. Tetapi ada satu cara yang efektif dan murah untuk menghindarinya, yakni dengan mengusir nyamuk dari lingkungan sekitar kita atau mencegah agar nyamuk tidak sampai menggigit dengan menggunakan tanaman obat.

Beberapa tanaman yang dapat digunakan untuk pengusir nyamuk antara lain:
Zodia (Evodia suaveolens), sera wangi (Cymbopogon nardus), Lavender (Lavandula latifolia), Geranium (Geranium homeanum), nilam (Pogostemon cablin) dan mimba (Azadirachta indica). ”Semua tanaman obat tersebut ada di Balittro”, tambah Moch Syakir.

Dijelaskan, Zodia, serai wangi, geranium dan lavender dapat langsung digunakan untuk mengusir nyamuk dengan cara menanam di pot kemudian disimpan di dalam rumah atau ditanam di halaman rumah. Tanaman pengusir nyamuk ini juga bisa dibuat lotion yang dioleskan ke tubuh sehingga nyamuk enggan untuk menggigit. Kelebihan lotion ini adalah tidak memberikan efek negatif pada kulit.

Tanaman Obat DBD
Sedangkan untuk pengobatan penderita DBD, ada beberapa tanaman yang telah terbukti secara empiris dapat mengobati penyakit DBD antara lain: kunyit (Curcuma domesticaL.), temu ireng (Curcuma aeruginosa L.), meniran (Phyllanthus nirun L.), pepaya (Carica papaya L.) dan jambu biji (Psidium guajava L.).

Bahkan daun jambu biji telah teruji secara klinis dapat meningkatkan trombosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kering daun jambu biji setiap 4-6 jam meningkatkan jumlah trombosit >100.000/μl setelah 12-14 jam, tanpa efek samping yang berarti. Namun demikian untuk mengobati suatu penyakit biasanya tanaman obat tidak bekerja sendiri-sendiri harus dicampurkan menjadi suatu ramuan obat.

Sumber : Moch. Syakir, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Puslitbangbun, dimuat pada Tabloid Sinar Tani, 7 Maret 2007

Senin, 04 Oktober 2010

Zodia (Evodia suaveolens) Tanaman Pengusir Nyamuk

Zodia (Evodia suaveolens). Zodia adalah tumbuhan dari suku jeruk-jerukan (Rutaceae) yang merupakan tanaman endemik Indonesia yang berasal dari Papua. Tanaman ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat asli Papua untuk mengusir serangga dan nyamuk dengan cara mengusapkan daun zodia ke sekujur tubuh.

Saat sekarang, mulai banyak orang yang menanam zodia (Evodia suaveolens) di dalam pot dan diletakkan di dalam ruangan. Aroma yang keluar dari pohon ini terutama ketika daun-daun zodia bergesekan mampu mengusir nyamuk (anti nyamuk). Tanaman zodia, oleh para penjual tanaman hias sering kali lebih dikenal sebagai Pohon Nyamuk.

Ciri-ciri Zodia. Zodia merupakan tanaman perdu dari suku jeruk-jerukan (Rutaceae) yang mempunyai tinggi berkisar antara 50-200 cm dengan rata-rata tinggi sekitar 75 cm. Daunnya berbentuk pipih memanjang agak lentur dengan warna kuning kehijau-hijauan. Panjang daunnya berkisar antara 2—30 cm.

rumpun zodia (Evodia suaveolens)

Zodia (Evodia suaveolens) merupakan tumbuhan yang berasal dari pulau Papua. Tapi kini mulai dibudidayakan diberbagai tempat termasuk di Jawa. Tanaman ini mampu hidup pada ketinggian antara 400-1.000 meter dpl.

Pada umumnya tanaman ini dutanam di dalam pot dan diletakkan di dalam ruangan (indoor plant). Namun Zodia dapat juga ditanam di luar ruangan seperti di halaman rumah. Pohon zodia jika dibiarkan tumbuh dengan bebas mampu mencapai ketinggian sekitar 2 meter.

Zodia Pengusir Nyamuk. Tanaman zodia (Evodia suaveolens) telah sejak lama dipergunakan oleh penduduk asli Papua sebagai pengusir serangga dan nyamuk. Zodia mengeluarkan aroma yang khas yang tidak disukai oleh nyamuk sehingga nyamuk akan menghindar dan pergi.

Bunga Zodia (Evodia suaveolens)
Menurut penelitian Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun tanaman ini mengandung linalool (46%) dan a-pinene (13,26%). Linalool sendiri dikenal sebagai pengusir nyamuk.

Daun zodia mampu menghalau nyamuk selama enam jam dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70%.. Selain itu, lengan yang digigit oleh nyamuk demam berdarah akan cepat sembuh (bentol dan gatal) apabila digosok dengan daun zodia.

Zodia (Evodia suaveolens) akan mengeluarkan aroma yang khas bila daun-daunnya saling bergesekan. Aroma yang keluar akibat pergesekan daun zodia inilah yang tidak disukai dan mampu mengusir nyamuk. Karenanya sebagai tanaman pengusir nyamuk, cukup menanam tanaman ini di pot yang ditarud di sudut ruangan atau dekat jendela.

Memperindah ruangan dengan Zodia, tanaman yang sekaligus mempunyai khasiat sebagai pengusir nyamuk sepertinya bukan sebuah pilihan yang jelek. Kecuali bagi nyamuk itu sendiri.

Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Sapindales; Famili: Rutaceae; Genus: Evodia; Spesies: Evodia suaveolens.

Referensi:
www.plantamor.com/index.php?plant=1339
http://alamendah.wordpress.com

Ramuan Obat Tradisional Demam Berdarah

Demam berdarah disebabkan virus dengan perantaraan nyamuk aedes aegypti. Gejala demam berdarah adalah demam yang terjadi secara tiba-tiba, sakit perut, batuk, kerongkongan sakit, dan sesak napas. Pada kulit penderita timbul bintik-bintik merah yang kadang diikuti pula dengan berak darah, pendarahan dari hidung, dan perndarahan pada bagian putih mata.

Beberapa ramuan untuk penobatan demam berdarah
(Pilih salah satu resep di bawah ini ):

Ramuan Obat Tradisional 1 :
Buatlah jus yang terdiri dari jambu klutuk/jambu biji secukupnya, 10 gram kunyit, dan 10 gram temu lawak.
Pemakaian : Minum 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 2 :
30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc.
Pemakaian : Minum selagi hangat sebanyak 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 3 :
Rebus 30 gram daun patikan kebo dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc.
Pemakaian : Minum selagi hangat 2 kali sehari
Ramuan Obat Tradisional 4 :
Jika demam tinggi: 60 gram daun sambiloto direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc.
Pemakaian : Minum airnya selagi hangat, konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Obat Tradisional 5 :
Lubangi ujung 1 butir buah kelapa. Peras 1 butir jeruk nipis, lalu masukkan airnya ke dalam kelapa.
Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Ramuan Obat Tradisional 6 :
10 gram meniran dan 10 gram pegagan dicuci bersih, lalu rebus dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas air.
Pemakaian : Minum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Dari berbagai sumber: http://www.iptek.net.id, www.tanaman-obat.com

Kamis, 23 September 2010

Tanaman Obat Untuk Yang Susah Punya Anak dan Sering Keguguran

Tanaman itu adalah Baru cina(Artemisia vulgaris Linn.), atau Daun manis, atau brobos krebo; Beunghar kucicing, jukut lokot mala, suket gajahan (jawa); Kolo, goro-goro cina (Maluku), Daun Sudamala, cam cao; Ai ye (China)

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sakit haid, Keguguran, Disentri, Keputihan, Susah punya anak; Muntah darah, mimisan, pendarahan usus, mudah persalinan;

Khasiat Tanaman Obat :
1. Menstruasi berlebihan (banyak), sakit pada menstruasi
(Dysmenorrhea), menstruasi tidak teratur.
2. Mencegah keguguran (Threatened abortion), pergerakan janin
berlebihan.
3. Dysentery, keputihan.
4. Mempermudah persalinan, susah punya anak.
5. Muntah darah (hematemesis), mimisan (epistaxis), perdarahan usus
(rectal haemorrhgia).

PEMAKAIAN:
10 - 30 gram rebus, minum. Herba ini sudah dibuat tablet,
suntikan, minyak, aerosol (obat semprot mulut).

PEMAKAIAN LUAR:
Gangguan lambung, nyeri persendian (arthralgia), eczema, gatal-gatal (pruritus), bisul. Dipakai sebagai moxa, dengan cara memanaskan titik-titik akupunktur.
Verruca vulgaris (kutil): A. argyi dilumatkan, tempelkan ke tempat kelainan beberapa kali sehari, selama + 30 hari.

CARA PEMAKAIAN:
1. Memulihkah tenaga akibat perdarahan sehabis melahirkan:
4 pohon baru cina + 6 gelas air, direbus sampai sisa 2 gelas.
Diminum sehari 2 x 1 gelas sebelum makan.

2. Lemah syahwat:
15 - 45 gram biji digiling halus, makan.

3. Ayan (Epilepsi):
1 genggam akar artemisia + 1 ibu jari jahe + 1 ibu jari gula
enau + 4 gelas air, rebus menjadi 2 gelas. Sehari 2 x 1 gelas.

4. Sakit tenggorok:
Herba segar ditumbuk, peras, minum airnya.

5. Disentri:
Barucina + jahe segar, direbus sampai kental, minum 3 x.

A.rtemisia argyi Levl et Vant:
Mempunyai khasiat untuk pengobatan carcinoma lambung, pembesaran kelenjar payudara. juga dipakai untuk pengobatan hepatitis, prostatitis, bronchitis, menstruasi berlebihan, menstruasi tidak teratur dan nyeri menstruasi, dan penyakit-penyakit alergi. Herba ini menghambat pertumbuhan Hela cell.

EFEK SAMPING:
30% pasien yang memakai rebusan daun A. argyi mempunyai keluhan mulut kering, rasa tida enak di lambung (yang terbanyak), mual, muntah, mencret dan pusing, yang hilang bila memakai minyak daun A. argyi.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Rasa pahit, pedas, hangat. Menghilangkan rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan perdarahan (hemostatic), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi. Herba ini masuk meridian ginjal, paru dan limpa. KANDUNGAN KIMIA: Minyak menguap (Phellandrene, cadinene, thujvl alkohol), alfa-amirin, fernenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4-ol, beta- karyophyllene, 1-quebrachitol. Akar dan batang : Inulin (mengandung artemose), Cabang kecil : Oxytocin, yomogi alkohol, dan ridentin.

Sumber Sentra Informasi Iptek, http://www.iptek.net.id

Rabu, 15 September 2010

10 Cara Meningkatkan Kesempatan Hamil

Foto: Corbis
Merencanakan kehamilan di masa kini jauh lebih sulit dibanding zaman dulu. Faktor gaya hidup yang penuh tekanan membuat fertilisasi menjadi lebih sulit dibanding titik mana pun dalam sejarah.

Artikel Newsweek 2007 menyebut kemandulan sebagai“masalah umum yang diperkirakan menimpa enam juta pasangan Amerika.” Satu studi atas 18.000 perempuan menemukan “satu dari enam perempuan memiliki kesulitan dalam merencanakan kehamilan.”

Beberapa kebiasaan umum kita mungkin bertentangan dengan proses fertilisasi yang cepat dan sehat. Untuk mempercepat terjadinya konsepsi dan me-ningkatkan kesempatan memiliki bayi yang sehat, ada beberapa faktor gaya hidup yang perlu dipertimbangkan sebelum dibawa ke dokter ahli hormon.
Berikut adalah daftar sepuluh fakta yang dapat digunakan untuk mengurangi efek stres, membangun tubuh yang lebih sehat, dan menyusun kehamilan yang cepat dan alami.

Fakta 1: Stop merasa cemas
Relaks dan menjaga agar tidak stres merupakan dukungan yang paling kuat terhadap kesuksesan proses konsepsi. Memiliki pandangan jiwa yang positif.
Perempuan yang mencemaskan proses fertilisasi akan memiliki kemungkinan mengalami fertilisasi lebih kecil, kata studi yang diterbitkan oleh American Society for Reproductive Medicine.

Fakta 2: Hindari pemanis buatan
Dr. Louis Elsas, direktur genetika pada Emory University School of Medicine, merekomendasikan bahwa “ibu hamil sebaiknya menghindari bahan pemanis aspartam (pemanis sintetis non-karbohidrat),” seperti Equal dan NutraSweet. Bahan pemanis ini dapat “mengganggu pertumbuhan otak janin” dan menyebabkan “penurunan laju pertumbuhan bayi baru lahir” menurut Mercola.com. Situs kesehatan holistik ini menuliskan salah satu efek samping Splenda yang beracun dapat menyebabkan keguguran.
Untuk pilihan pemanis tanpa kalori, stevia (sejenis pemanis dari herbal) murni, tanpa bahan kimia aditif merupakan pilihan yang terbaik.

Fakta 3: Hindari kafein
Minum lebih dari 300 miligram kafein dapat mengurangi kesuburan 27 persen, menurut American Pregnancy Association. 16 ons (grande) gelas kopi Starbucks mengandung 259 miligram sampai 400 miligram kafein.
Terlalu banyak kafein dikaitkan sebagai penyebab keguguran spontan, lapor New England Journal of Medicine November 1999. Mempertimbangkan efek samping kafein yang ekstrem kuat, mungkin merupakan gagasan yang baik untuk menghindari semua bentuk kafein.

Fakta 4: Hindari pestisida
Sulit untuk meneliti efek pestisida pada alat reproduksi manusia, tetapi banyak ahli, seperti Carol Simontacchi menduga, pestisida dapat mengganggu sistem hormonal dan sistem jaringan dalam perkembangan bayi. Dia juga menunjukkan di dalam bukunya, “The Crazy Makers,” bahwa tujuan pestisida adalah membunuh hama dan serangga atau membuat mereka steril, yang, tentu saja, menjadi kontra produktif.

Fakta 5: Hindari kedelai
Menghindari makanan berbahan kedelai mungkin membantu kesempatan Anda mendapatkan reproduksi yang sehat dan cepat. Kedelai fitoestrogen adalah hormon pengganggu yang kuat, kata Sally Fallon dalam bukunya “Nourishing Traditions.”
Pada 2006, Medical News Today melaporkan, “Ada literatur mengenai pertumbuhan tubuh yang menunjukkan kemungkinan besar konsekuensi merugikan (mengenai kedelai) pada sistem reproduktif.”

Fakta 6: Singkirkan racun rumah tangga
Banyak produk rumah tangga mengandung senyawa endokrin pengganggu, yang menempatkan organ reproduktif manusia dalam risiko, menurut Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat dan Environmental Working Group pada 2003. Penilaian EPA terhadap PFOA, bahan kimia yang ditemukan pada alat masak berlapis Teflon, penghilang noda, produk makanan kemasan, dan kosmetik. Bisphenol A, bahan pengganggu endokrin terdapat di dalam wadah berbahan plastik, botol plastik, dan kemasan plastik. Phthalates, jenis endokrin lain ditemukan di shampo, deodoran, minyak wangi, hair spray, dan pemulas kuku.
Jika Anda menyentuh produk ini, mengonsumsi makanan dari wadah produk ini, atau hanya menghirup produk ini, mereka akan langsung memasuki tubuh Anda. Sebagai alternatif, Anda dapat membeli bahan pembersih rumah tangga dan bahan perawatan mandi di toko makanan kesehatan, menggunakan wadah berbahan kaca, dan memasak dengan alat masak tanpa Teflon.

Fakta 7: Makanan bukan olahan bagi Ibu
Di The Fertility Diet, para peneliti Harvard menyarankan konsumsi makanan yang tidak diolah seperti sayur-mayur, polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian, dan menghindarkan lemak trans (lemak trans merupakan lemak tak jenuh yang terbentuk akibat proses hidrogenasi yakni pencampuran hidrogen dalam minyak sayur) dan susu skim untuk meningkatkan kesempatan terjadinya pembuahan.
Tampaknya makanan olahan seperti tepung dan gula dapat mengurangi kesempatan Anda menjadi hamil. Kita mengetahui bahwa memilih makanan yang tidak diolah menyediakan sel pembangun tubuh yang berkualitas bagi apapun yang diproduksi tubuh Anda termasuk hormon reproduktif.

Makanan yang tidak diolah meliputi sayur-sayuran segar, buah-buahan, daging bebas hormon, ikan segar, telur, butir gandum, susu yang tidak disterilkan, minyak zaitun, dan minyak kelapa.

Fakta 8: Makanan tidak diolah bagi suami
Di artikelnya, “Eat to Get Pregnant,” ahli gizi Victoria Greaves mengatakan fertilisasi mungkin juga tergantung dari apa yang dikonsumsi pasangan Anda. Dia menyebutkan beberapa bahan nutrisi yang dapat meningkatkan jumlah, mobilitas, dan kemampuan sperma untuk menembus sel telur.
Nutrisi itu meliputi seng, B12, selenium, vitamin E, dan beberapa asam lemak penting. Hampir sama dengan The Fertility Diet, makanan yang dia sarankan untuk para suami adalah makanan organik dan bukan olahan, termasuk kerang-kerangan, kuning telur, kacang-kacangan, biji-bijian, butir-butir gandum, keju, buah-buahan, sayur-mayur, dan daging.

Dia juga menyarankan untuk minum banyak air putih dan mengonsumsi lemak yang sehat.

Fakta 9: Pastikan tidur dan berjemur pagi secara rutin
Irama circadian yang baik dapat membantu konsepsi Anda. Mary Kittel dan Dr. Deborah Metzger, pengarang Stay Fertile Longer, menuliskan bahwa kurang tidur dapat mendorong ketidakseimbangan hormon dan ke-tidakteraturan haid, yakni faktor-faktor yang dapat “menunda waktu yang dibutuhkan untuk hamil.”
Mereka merekomendasikan agar menjaga waktu tidur dan bangun secara konsisten selama tujuh hari dalam satu minggu, berjemur pagi selama satu jam setiap hari, dan gunakan cahaya yang tidak terlalu terang ketika sore tiba.

Fakta 10: Bergerak sehari-hari
Melakukan latihan dalam sehari-hari dapat membantu proses fertilisasi. Latihan yang cukup menunjukkan peningkatkan fungsi tubuh, termasuk reproduksi, menurut Dr. Jeffrey Keenan Southeastern Center for Fertility and Reproductive Surgery. Perempuan yang menderita obesitas memiliki sedikit kesempatan mendapatkan kehamilan secara alami, menurut Academic Medical Center di Amsterdam. Salah satu cara untuk menghindari kegendutan adalah dengan berlatih.

Sumber : Epochtimes.co.id

Kamis, 12 Agustus 2010

Back to Nature - Garlic

GarlicImage via Wikipedia
Garlic is one of the world's oldest medicines which have been used throughout history for the treatment of a wide variety of ailments. Its use can be traced back to ancient times and there are reports of its therapeutic properties in medical texts from ancient Rome, Greece, Egypt, India, and China. Egyptian and Indian cultures referred to garlic 5000 years ago and there is clear historical evidence for its use by the Babylonians 4500 years ago and by the Chinese 2000 years ago.

It is a "wonder" food and one of the herbs to have been extensively researched. Using modern analytical methods it has been possible to find out why this remedy is so effective in resolving many common ailments. It has anti-viral, anti-bacterial, anti-fungal and anti-cancer properties. It is a good source of fibre, protein, iron and zinc. Contains sulphur compounds; amino acids; minerals, such as germanium, magnesium, manganese, selenium and rich in vitamins A, B6, and C. It is also rich in a variety of powerful phytochemicals including allicin, allin and diallyl sulphide.

Garlic stimulates the immune system, improves circulation, kills intestinal parasites, and is a powerful antioxidant and antibiotic, in addition to many other health benefits. It is a good cold medicine, acts as a decongestant, expectorant, antispasmodic, and anti-inflammatory agent. It is also active against yeasts, removes toxic metals such as lead, copper and mercury from the body. It is the closest thing to a herbal wonder drug for treating infections, considered one of the safest herbs and can be found in almost all kitchens. As a natural antibiotic it can be taken in all types of infection, particularly those affecting the nose, throat and chest. It is effective against bacterial, fungal, viral, and parasitic infections. The volatile oil is excreted by way of the lungs (hence garlic breath) and fight infections in the upper airway.

Garlic is good for virtually any disease or infection. It prevents and heals arthritis, asthma, circulatory problems, colds and flu, digestive disorders, insomnia, liver disease, sinusitis, and ulcers. It is rich in sulphur which i.e. essential for healthy skin and hair (raw garlic is used by some to treat the symptoms of acne), and contains bioflavonoid components such as quercetin which retards inflammatory reactions. Quercetin stabilises mast cells (which contain histamine) and inactivates many inflammatory enzymes, which makes garlic a useful anti-inflammatory tool.

It is valuable in the treatment and prevention of heart disease. The constituent, allicin, decreases blood fats (triglycerides), reduces clot formation, lowers cholesterol and some studies even show a lowering of blood pressure - all major risk factors in heart disease. This heart-friendly herb can help reduce the risk of acute myocardial infarction and slow progression of coronary artery calcification.
Additionally, many studies have been done to show the value of garlic when used to prevent certain forms of cancer. Studies in animals have shown garlic has chemical properties that may help with disease prevention, such as scavenging free radicals that can harm cells and have found garlic may help against colon, skin, liver, breast, and other cancers.

Garlic is a hardy perennial plant belonging to the lily family, the same family as onions, asparagus, leeks, shallots, and chives. It is propagated from individual cloves which are planted from mid-autumn to mid-winter. Softneck bulbs, such as Artichoke and Silverskin varieties, tend to be larger, have more cloves and store longer than hardneck varieties. Artichokes often are mild-flavoured, but can become pungent when grown in cold climates. Softneck cultivars prefer milder climates, tend to more irregular in individual clove sizes, and lack the strong flavours of hardneck types.

Cooked prepared garlic is less powerful but still reputedly of benefit to the cardiovascular system. Garlic cloves cooked whole have very little medicinal value. Adding fresh garlic to food (raw and crushed), or crushing and swallowing raw clove is a cheap and powerful anti-fungal treatment. Dried garlic has a longer shelf life than fresh or minced/pureed garlic. There is also strong evidence that healthful benefits derive only from the natural product, not pills or extracts.

It is one of the two best-selling herbal dietary supplement products in the mass market in the United States, and is the second-best-selling herbal dietary supplement in the health food market (second to Echinacea). In 1995, the United States imported more than 5.3 million kilograms of dehydrated garlic valued at over $2.9 million.
It has been incorporated into many traditional diets for its flavour enhancing effects, and is a common ingredient in modern cooking today. It is available as an herbal supplement and largely used in gravies, tomato sauces, soups, stews, pickles, salads, salad dressing and breads. Many cooks find it indispensable in the kitchen. As someone observes, making a dish that has a plentiful portion of garlic will bring out a reaction, and be it good or bad is what making something worthwhile is all about.

Garlic is a natural bio-stimulant for plants, encouraging healthier growth and plants that are more resistant to attack from insects, slugs and snails. The granules also form a physical barrier. It can even be effective as a natural mosquito repellent. I used garlic paste to get rid of moles in my garden.
Garlic is no magic bullet, unless you’re a vampire hunter, but with its strong chemical profile, it’s bound to have some beneficial effects!

Niche Article Directory: http://www.thatsmyniche.com

Electronics Technician married to Elena. Started web design, turned blogger, turned writer. Our Sites: www.kapriz-enterprises.com/blog/ or www.kapriz-enterprises.com

Enhanced by Zemanta

Rabu, 04 Agustus 2010

Daun Senggugu untuk sinusitis

Sinusitis adalah peradangan pada selaput sinus-sinus  (rongga berisi udara di dalam tulang-tulang sekeliling hidung). Peradangan ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri dan virus, serta asbes gigi.  Gejala yang biasa menyertai adalah rasa tegang atau sesak di bagian yang sakit, demam, hidung tersumbat, pusing, ingus bercampur nanah dan lendir.

Di daerah Imogiri, Yogyakarta, senggugu digunakan oleh pengobat tradisional Gurah, yaitu kulit akar ditumbuk dan diseduh dengan air, kemudian diteteskan pada hidung untuk menjernihkan suara, mengeluarkan lendir dari tenggorokan, dan pengobatan sinusitis.

Khasiat tumbuhan senggugu ini :
Menjernihkan suara, batuk, sesak naps (asma), memar, rematik,; Radang saluran napas (bronkhitis), tulang patah (faktur), bisul, ; Perut busung, cacingan, malaria, tenaga setelah melahirkan,; Digigit ular;

Seluruh bagian tumbuhan senggugu dapat digunakan sebagai obat
Tumbuhan ini berkhasiat untuk:
- menjernihkan suara,
- batuk, sesak napas (asma), radang saluran napas (bronkitis),
- tulang patah (fraktur), memar, rematik,
- perut busung, cacingan,
- malaria,
- memulihkan tenaga sehabis melahirkan, dan
- digigit ular, bisul.

CARA PEMAKAIAN :
Seluruh tumbuhan sebanyak 10 - 15 g direbus atau digiling menjadi bubuk dan diseduh, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar ditumbuk sampai lumat lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau daun segar direbus, airnya untuk mencuci luka.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Menjemihkan suara
Akar senggugu sebanyak 10 g ditumbuk halus. Tambahkan 1/2
cangkir air masak sambil diremas merata. Peras dan saring, lalu
minum sekaligus.

2. Asma, bronkitis, sukar kencing.
Akar senggugu sebanyak 10 g diiris tipis-tipis lalu diseduh dengan
secangkir air panas. Setelah dingin, diminum.

3. Borok berair
Daun segar secukupnya direbus. Setelah dingin airnya dipakai untuk
mencuci borok.

4. Rematik
Daun senggugu segar ditumbuk dengan adas pulasari atau daun
senggugu muda diremas halus dengan sedikit kapur. Baban tersebut
lalu dibalurkan di tempat yang sakit.

5. Perut busung, cacingan
Daun senggugu, temulawak, dan sedikit garam diseduh dengan
secangkir air panas. Setelah dingin disaring, lalu minum sekaligus.

6. Batuk
Buah senggugu dikunyah dengan sirih, airnya ditelan. Atau buahnya
sebanyak 2 buah dicuci bersih lalu dikunyah perlahan-lahan, dan
telan. Setelah itu, minumlah air hangat.

CATATAN:
Sengugu (Clerodendron serrature [L.] Spr.)
Sinonim: C. javanicum, Walp.; Familia: Verbenaceae
Nama Lokal: Singgugu (Sunda). srigunggu, sagunggu (Jawa).; Kertase, pinggir tosek (Madura). senggugu (Melayu).; Sinar baungkudu (Batak Toba), tinjau handak (Lampung),; San tai hong hua (China).;

Tumbuh liar pada tempat-tempat terbuka atau agak terlindung, bisa ditemukan di hutan sekunder, padang alang-alang, pinggir kampung, tepi jalan atau dekat air yang tanahnya agak lembap dari dataran rendah sampai 1.700 m dpl. Senggugu diduga tumbuhan asli Asia tropik. Perdu tegak, tinggi 1 - 3 m, batang berongga, berbongkol besar, akar warnanya abu kehitaman. Daun tunggal, tebal dan kaku, bertangkai pendek, letak berhadapan, bentuk bundar telur sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi tajam, pertulangan menyirip, kedua permukaan berambut halus, panjang 8 - 30 cm, lebar 4 - 14 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk bentuk malai yang panjangnya 6 - 40 cm, warnanya putih keunguan, keluar dari ujung-ujung tangkai. Buah buni, bulat telur, masih muda hijau, setelah tua hitam. Perbanyakan dengan biji.

Dari berbagai sumber, iptek.net.id