Minggu, 07 Maret 2010

Waspadai Ancaman Trigliserida

BAGI mereka yang selalu memantau kadar lemak dalam darah, kata trigliserida mungkin bukan istilah yang asing di telinga. Trigliserida merupakan lemak utama di dalam tubuh yang sangat erat kaitannya dengan kolesterol, di mana keduanya mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dalam proses metabolisme

Sejumlah riset baru-baru ini mengindikasikan, jenis lemak yang satu ini patut diwaspadai karena dapat menjadi ancaman yang lebih serius bagi kesehatan. Berkaca dari riset tersebut, para ahli menekankan pentingnya dilakukan penanganan trigliserida secara lebih baik.
Suatu studi awal pekan ini menyatakan, fenomena warga dengan kadar trigliserida tinggi di Amerika Serikat semakin nyata. Presentase pengidap trigeliserida tinggi kian meningkat dalam tiga dasawarsa terakhir dan tampaknya dipicu oleh maraknya kasus obesitas.

Dalam riset lainnya, para ilmuwan Denmark melaporkan bahwa tes darah tanpa puasa menunjukkan adanya hubungan kuat antara kadar trigliserida tinggi dan rsiko stroke akibat penggumpalan darah.

Trigliserida merupakan lemak darah yang secara khusus berada pada lapis kedua low-density lipoprotein atau LDL, yang dikenal sebagai kolesterol "jahat" karena perannya dalam memicu serangan jantung dan stroke. Obat penurun kolesterol yang dikenal sebagai 'statin' memang dapat mengurangi LDL, tapi obat itu seringkali tak mampu menurunkan trigliserida -- lemak darah yang diperoleh dari makanan yang dikonsumsi dan lemak dalam tubuh.

Trigliserida sendiri adalah faktor risiko independen penyakit jantung, yang merupakan penyebab utama kematian di AS. Trigliserida dan lemak lain biasanya diukur setelah orang berpuasa selama delapan sampai 12 jam.

Penelitian di Denmark yang dimuat Journal of the American Medical Association, Borge Noerdestgaard dari Copenhagen University Hospital menganalisis kadar trigliserida tanpa harus berpuasa untuk melihat seberapa baik mereka dapat meramalkan risiko stroke.

Misalnya, orang yang berusia 55 tahun atau lebih dengan kadar trigliserida tertinggi --di atas 443 miligram per desiliter-- memiliki 17 persen risiko stroke dalam waktu 10 tahun. Sementara orang dengan kadar trigliserida paling rendah, 89 persen per deciliter, memiliki resiko sebesar 3 persen untuk terserang stroke.

"Trigliserida orang yang tak berpuasa bahkan mungkin lebih baik dibandingkan trigliserida orang yang berpuasa dalam meramalkan resiko," ungkap Nordestgaard.

Ia mengatakan, pemeriksaan tanpa puasa jauh lebih meyakinkan bagi pasien, suatu faktor yang mungkin memudahkan pemeriksaan bagi banyak orang.

Riset yang dipresenrasikan pada pertemuan American Heart Association di New Orleans, menemukan bahwa trend peningkatan kadar trigliserida di AS makin nyata. Hasil survei kesehatan pemerintah selama 30 tahun mendapati bahwa meskipun kadar LDL telah turun, persentase orang dewasa dengan kadar trigliserida tinggi naik berkali-kali lipat .

"Saat LDL diserap oleh penggunaan statin, trigliserida muncul sebagai faktor risiko baru lemak darah," ungkap Dr. Jerome Cohen dari St. Louis University School of Medicine di Missouri.

Ia mengatakan studi tersebut memperlihatkan peningkatan dramatis jumlah orang Amerika bertubuh gemuk mungkin membantu dalam menjelaskan peningkatan itu.

Sementara itu Dr. Irene Katzan dari Cleveland Clinic di Ohio mengatakan hasil riset itu dan yang lain mencerminkan adanya peningkatan perhatian pada pengendalian masalah trigliserida. "Akhirnya lemak (trigliserida) itu mendapat perhatian yang semestinya," katanya.
disadur dari www.kompas.com

Sumber :http://aldiperdana.web.ugm.ac.id/trigliserida.html

Kamis, 11 Februari 2010

Penyakit Prostat dan Obatnya

Gejala Prostat
Apabila pada saat pemeriksaan ditemukan infeksi pada prostat, dan sewaktu prostat ditekan terasa sakit, maka keadaan ini disebut prostatitis.

Prostatitis adalah peradangan pada prostat akibat infeksi yang sering menyertai hipertrofi prostat jinak. Infeksi prostat juga mengakibatkan pembengkakan jaringan prostat sehingga menghambat aliran air seni.

Radang Prostat terjadi akibat perubahan hormonal dihidrotestosterm dalam jaringan kelenjar prostat yang meningkat pada usia dewasa. Peningkatan hormon tersebut umumnya karena pertambahan usia serta fungsi penguraian yang berkurang sehingga ukuran prostat terus bertambah , akibatnya susah kencing, air kencing yang dikeluarkan akan menjadi sarang bakteri yang berakhir pada radang prostat.

Gejala prostatitis adalah demam, menggigil, sering buang air kecil pada malam hari, kesulitan berkemih, rasa sakit waktu berkemih, perbesaran prostat, ada darah dalam air seni, atau rasa sakit pada saat ejakulasi.

Penderita merasakan rasa sakit dan tidak nyaman pada perut bagian bawah, daerah sekitar penis dan testis, serta daerah perineum (antara penis dan anus). Pada prostatitis, air kencing kadang-kadang bernanah, terasa panas saat buang air kecil dan ejakulasi.

Ramuan Mengatasi Pembesaran Prostat
Kompas.com, beberapa tanaman obat asli Indonesia, mampu memperbaiki bahkan menyembuhkan gangguan prostat. Contohnya, paduan sambiloto dan akar alang-alang. Ramuan tradisional Cina juga diyakini mampu mengatasi radang dan pembesaran kelenjar prostat.

Buku Prescription Beneficial to Life, yang diterbitkan pada tahun 1253 oleh Yan Yung-hou, memuat beberapa resep klasik untuk mengatasi gangguan prostat.

Berikut ramuan untuk mengatasi radang dan pembesaran prostat ;
1. Bahan: 10-15 gr sambiloto, 60 gr akar alang-alang
Pemakaian: Rebus semua bahan dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Saring, minum dua kali sehari, masing-masing 150 cc. (Artikel selengkapnya...)

Ejakulasi Menurunkan Risiko Kanker Prostat
Berdasarkan studi tahun 2004 yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association, untuk mencegah terbentuknya kanker prostat, para peneliti menyarankan agar seorang pria melakukan ejakulasi minimal 12 kali dalam sebulan. Peneliti mengatakan bahwa peningkatan ejakulasi sebanyak 3 kali per minggunya akan menurunkan secara langsung risiko kanker prostat hingga 15 persen.

Proses ejakulasi akan membuang akumulasi zat-zat beracun dalam kelenjar prostat pria. Kelenjar prostat akan mengeluarkan cairan ke dalam air mani ketika ejakulasi yang akan mengaktifkan sperma dan mencegah bersatunya zat-zat beracun dengan sperma.

Jika tidak dikeluarkan, zat beracun dalam kelenjar prostat seperti potassium, seng, asam sitrat, 3-methylchloranthrene kemungkinan akan menjadi zat karsinogenik.
"Intinya sederhana, semakin sering Anda membersihkan 'pipa', semakin sedikit bakteri yang berkumpul di dalamnya,"
ujar Graham Giles dari Cancer Council Victoria, Melbourne seperti dikutip dari AskMen, Selasa (13/10/2009).

Sumber: Kompas.com, Detikhealth,


Kamis, 14 Januari 2010

Sirsak Sebagai tanaman Obat Penangkal Penyakit Kanker

Mengenal Tanaman Sirsak
Sirsak (Annona muricata L) atau nangka belanda atau durian belanda dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Jackfruit adalah tanaman yang buahnya baik untuk mengobati penyakit kanker. Pembunuh alami sel kanker ini 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo. Buah dari pohon graviola (Dalam bahasa Brazil) ini belum kita sadari akan manfaatnya oleh karena ketidak tahuan akan manfaat dari buah sirsak ini.

Salah satu perusahaan dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini se-rapat-rapatnya, mereka ingin agar dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual kepasar dunia.

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia-sia, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat-rapat rahasia keajaiban pohon Graviola ini. Pohonnya rendah, di Spanyol “Guanabana” bahasa Inggrisnya “Soursop”. Buah yang agak besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis-manis kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.

Sirsak Untuk Tumor Dan kanker
Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat,dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,anti jamur (fungi), effektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik. Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang-orang Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini.

Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa menyerang sel kanker dengan aman dan effektif secara alami, TANPA rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo, melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan, pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan, energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika.Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya.Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah secara effektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payudara, Prostat, Paru-paru, dan Pankreas.

Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan. Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel-sel sehat.

Riset telah dilakukan secara ekstensif pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa-apa mengenai hal ini? Jawabnya adalah : Begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu,akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik. Dengan bukti-bukti ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.

Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang effektif. The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung didalam Graviola,mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo.

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah: Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu. Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul effek negatif: rasa mual dan rambut rontok. Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara effektif, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru-paru. Setelah selama kurang lebih 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga-lembaga tersebut.diatas.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai free special bonus terbitan Health Sciences Institute.

So, since you know it now you can help a friend in need by letting him know or just drink some sour sop juice yourself as prevention from time to time. The taste is not bad after all. It's completely natural and definitely has no s id e effects. If you have the space, plant one in your garden.The other parts of the tree are also useful. The next time you have a fruit juice, ask for a sour sop.

sumber :http://ditsayur.hortikultura.deptan.go.id

The Signs and Symptoms of mesothelioma

Symptoms of mesothelioma may not appear until 20 to 50 years after exposure to asbestos. Shortness of breath, cough, and pain in the chest due to an accumulation of fluid in the pleural space are often symptoms of pleural mesothelioma.

Symptoms of peritoneal mesothelioma include weight loss and cachexia, abdominal swelling and pain due to ascites (a buildup of fluid in the abdominal cavity). Other symptoms of Peritoneal Mesothelioma may include bowel obstruction, blood clotting abnormalities, anemia, and fever. If the cancer has spread beyond the mesothelium to other parts of the body, symptoms may include pain, trouble swallowing, or swelling of the neck or face.

These symptoms may be caused by mesothelioma or by other, less serious conditions.

Mesothelioma that affects the pleura can cause these signs and symptoms:

* Chest wall pain
* Pleural effusion, or fluid surrounding the lung
* Shortness of breath
* Fatigue or anemia
* Wheezing, hoarseness, or cough
* Blood in the sputum (fluid) coughed up (hemoptysis)

In severe cases, the person may have many tumor masses. The individual may develop a pneumothorax, or collapse of the lung. The disease may metastasize, or spread, to other parts of the body.

Tumors that affect the abdominal cavity often do not cause symptoms until they are at a late stage. Symptoms include:

* Abdominal pain
* Ascites, or an abnormal buildup of fluid in the abdomen
* A mass in the abdomen
* Problems with bowel function
* Weight loss

In severe cases of the disease, the following signs and symptoms may be present:

* Blood clots in the veins, which may cause thrombophlebitis
* Disseminated intravascular coagulation, a disorder causing severe bleeding in many body organs
* Jaundice, or yellowing of the eyes and skin
* Low blood sugar level
* Pleural effusion
* Pulmonary emboli, or blood clots in the arteries of the lungs
* Severe ascites

A mesothelioma does not usually spread to the bone, brain, or adrenal glands. Pleural tumors are usually found only on one side of the lungs.
Source : http://411onmesothelioma.blogspot.com

Mesothelioma The Lung Cancer

Mesothelioma is a form of cancer that is almost always caused by exposure to asbestos. In this disease, malignant cells develop in the mesothelium, a protective lining that covers most of the body's internal organs. Its most common site is the pleura (outer lining of the lungs and internal chest wall), but it may also occur in the peritoneum (the lining of the abdominal cavity), the heart,[1] the pericardium (a sac that surrounds the heart) or tunica vaginalis.

Most people who develop mesothelioma have worked on jobs where they inhaled asbestos particles, or they have been exposed to asbestos dust and fiber in other ways. It has also been suggested that washing the clothes of a family member who worked with asbestos can put a person at risk for developing mesothelioma.[2] Unlike lung cancer, there is no association between mesothelioma and smoking, but smoking greatly increases risk of other asbestos-induced cancer.[3] Compensation via asbestos funds or lawsuits is an important issue in mesothelioma (see asbestos and the law).

The symptoms of mesothelioma include shortness of breath due to pleural effusion (fluid between the lung and the chest wall) or chest wall pain, and general symptoms such as weight loss. The diagnosis may be suspected with chest X-ray and CT scan, and is confirmed with a biopsy (tissue sample) and microscopic examination. A thoracoscopy (inserting a tube with a camera into the chest) can be used to take biopsies. It allows the introduction of substances such as talc to obliterate the pleural space (called pleurodesis), which prevents more fluid from accumulating and pressing on the lung. Despite treatment with chemotherapy, radiation therapy or sometimes surgery, the disease carries a poor prognosis. Research about screening tests for the early detection of mesothelioma is ongoing.
Source :http://411onmesothelioma.blogspot.com/

The Pathophysiology of Diabetes Mellitus

By: harrismiller

Knowing the pathophysiology of diabetes mellitus can be a great help to overcome the devastating effects of diabetes in the body.

Pathophysiology is the study of the changes seen in normal mechanical, physical, and biochemical functions that are either caused by a disease or the result of an abnormal syndrome. The pathophysiology of a given disease or syndrome describes its causes, symptoms and effects.

The pathophysiology of diabetes mellitus is a bit complicated. Diabetes mellitus, most commonly known only as diabetes, is a syndrome of disordered metabolism, usually due to a combination of hereditary and environmental causes, resulting in abnormally high blood sugar levels called hyperglycemia. There are three primary types of diabetes mellitus: Type 1, Type 2, and gestational diabetes. Each is with different behaviors and triggers but all are related and characterized by shared symptoms such as hyperglycemia.

Gestational diabetes is one of the three main types. This occurs during pregnancy and usually goes away after the baby is born. Women suffering from gestational diabetes while pregnant have an increased risk of developing Type 2 diabetes later in life. There are also other risks associated with gestational diabetes for both the infant and mother such as unstable blood sugar at birth, obesity later in life and macromasia or the condition known as “fat baby”.

Type 2 diabetes is the most common form of the disease. In Type 2 diabetes, the pancreas produces insulin but the body cannot react, respond or process it properly.

Type 1 diabetes is the last type which results when the pancreas loses its ability to produce insulin. It is considered an autoimmune disorder because the body’s own immune system attacks and destroys the cells in the pancreas that produce insulin.

Symptoms of diabetes include excess thirst and hunger, frequent urination, fatigue, irritability, and unexplained weight loss. Diabetes can cause serious long term physical effects if not treated properly. Early detection is important. Treatment for diabetes can include changes to diet and lifestyle paired with medications, may it be insulin injections or oral insulin medications, depending on the type diagnosed.

Pathophysiology Of Diabetes Mellitus
Click Here To Learn More About The Pathophysiology Of Diabetes Mellitus
http://diabetes-research.net


Source : http://articlesupport.com

Daftar Tanaman Obat Untuk Diabetes

1 Tapak Dara
Catharantus roseus (L.) G. Don. Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda);

2 Ciplukan
Physalis peruviana, Linn. Morel berry (Inggris), Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa); Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram); Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak); Leletokan (Minahasa);

3 Tunjung
Nymphaea lotus L. Tarate kecil, tarate utan, tunjung putih (Indonesia); Tunjung bodas, tunjung tutur (Sunda).;

4 Daun Sendok
Plantago mayor L. Ki urat, ceuli, c. uncal (Sunda), meloh kiloh, otot-ototan,; Sangkabuah, sangkabuah, sangkuah, sembung otot,; suri pandak (Jawa). daun urat. daun urat-urat, daun sendok,; Ekor angin, kuping menjangan (Sumatera). ; Torongoat (Minahasa). ; Che qian cao (China), ma de, xa tien (Vietnam),; Weegbree (Belanda), plantain, greater plantain, ; Broadleaf plantain, rat's tail plantain, waybread,; White man's foot (Inggris).;

5 Kompri
Symphytum officinale L. Em, Kompri, komring (Jawa).; K'ang fu li (China), comfrey, knitbone (Inggris).;

6 Iler
Coleus scutellarioides, Linn,Benth Iler (Indonesia), Kentangan (Jawa), Jawer Kotok (Sunda);

7 Murbei
Morus alba L. Besaran (Indonesia). murbai, besaran (Jawa).; Kerta, kitau (Sumatera).; Sangye (China), may mon, dau tam (Vietnam), morus leaf,; morus bark,morus fruit, mulberry leaf, mulberry bark,; mulberry twigs, white mulberry, mulberry (Inggris).;

8 Jambu Biji
Psidium guajava, Linn. Psidium guajava (Inggris/Belanda), Jambu Biji (Indonesia); Jambu klutuk, Bayawas, tetokal, Tokal (Jawa); Jambu klutuk, Jambu Batu (Sunda), Jambu bender (Madura);

9 Jambu Monyet
Anacardium occidentale, Linn. Cashew (Inggris), Jambu Moyet, Jamu mente (Indonesia); Jambu mete (Jawa), Jambu mede (Sunda), Gaju (Lampung);
10 Belimbing Manis Averhoa carambola Belimbing manis (Indonesia), Belimbing manih (Minangkabau); Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), ; Bhalimbing manes (Madura), Balirang (Bugis);

11 Belimbing Asam
Averhoa bilimbi. Belimbing Asam (Indonesia), Calincing (sunda),; Blimbing wuluh (Jawa), Bhalimbing bulu (Madura),; Blimbing buluh (Bali), Selimeng (Aceh), Balimbing (Lampung); Balimbeng (Flores), Celane (Bugis), Takurela (Ambon);

12 Kacapiring
Gardenia augusta, Merr. Kacapiring (Indonesia, Sunda), Ceplong piring (Jawa); Jempiring (Aceh), Menlu bruek, Raja putih (Aceh);

13 Petai Cina
Leucaena leucocephala, Lmk. de wit Petai cina (Indonesia), Kemlandingan, Lamtoro (Jawa); Palanding, Peuteuy selong (Sunda), Kalandingan (Madura);

14 Kedelai
Glycine max, (Linn.) Merrill. Soybean (Inggris), Kedelai (Indonesia), Kedhele (Madura); Kedelai, Kacang jepun, Kacang bulu (Sunda), Lawui (Bima); Dele, Dangsul, Dekeman (Jawa), Retak Menjong (Lampung); Kacang Rimang (Minangkabau), Kadale (Ujung Pandang);

15 Sambiloto
Andrographis paniculata Ness. Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa). pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien,; cong cong (Vietnam). kirata, mahatitka (India/Pakistan).; Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris).;

16 Pulai
Alstonia scholaris [L.] R. Br. Lame (Sunda), pule (Jawa), polay (Madura). kayu gabus,; pulai (Sumatera).hanjalutung (Kalimantan).kaliti, reareangou,; bariangow, rariangow, wariangow, mariangan, deadeangow,; kita (Minahasa), rite (Ambon), tewer (Banda), Aliag (Irian),; hange (Ternate). devil's tree, ditta bark tree (Inggris).; Chatian, saitan-ka-jhad, saptaparna (India, Pakistan).; Co tin pat, phayasattaban (Thailand).;

17 Teh
Camellia sinensis [L.] Kuntze Enteh (Sunda).; Pu erh cha (China), theler (Perancis), teestrauch (Jerman),; Te (Itali), cha da India (Portugis), tea (Inggris).;

18 Apel
Pyrus malus, Linn Apel (Indonesia, Malang), Apple (Inggris), Appel (Perancis);;

19 Kunyit
Curcuma longa Linn. Saffron (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura);

20 Keji Beling
Stachytarpheta mutabilis, Vahl. Keji Beling (Indonesia), Ngokilo (Jawa);

21 Alpokat
Persea gratissima Gaertn. Apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), apokat, avokat,; plokat (Jawa). apokat, alpokat, avokat, advokat (Sumatera);

22 Ngokilo
Stachytarpheta mutabilis, Vahl. Ngokilo, enyoh kelo, keci beling, keji beling (Jawa).; Daun picah beling (Jakarta).;

23 Lenglengan
Leucas lavandulifolia Smith Paci-paci (Sunda), sarap nornor (Madura). daun setan, ; Lenglengan, lingko-lingkoan, nienglengan, plengan (Jawa); Gofu hairan (Ternate), laranga (Tidore).;

24 Mahoni
Swietenia mahagoni Jacq. Mahagoni, maoni, moni.;

Sumber : IPTeknet