Minggu, 23 September 2012

Tips Mencegah dan Mengatasi Turun Berok (Hernia)

Penyakit Turun Berok atau Hernia

Turun berok atau bahasa kedokterannya disebut dengan hernia merupakan suatu penyakit yang sangat membahayakan bila tidak kita atasi sejak dini karena bisa mengakibatkan sulit berjalan dan jika sudah parah solusinya harus dengan cara operasi . Hernia atau turun berok banyak diderita oleh kaum pria, namun adapula wanita yang menderitanya.  Penyakit hernia ini tidak memandang usia bisa menyerang siapa saja mulai dari bayi ,anak anak ,orang dewasa ,sampai usia lanjut pun bisa terkena penyakit ini

Usus melorot lewat lubang locus minoris. Jika ada tekanan besar maka usus bisa keluar melalui lubang tersebut. Bila terus dibiarkan bisa menimbulkan bahaya karena usus yang melorot ini akan terperangkap atau terjepit hingga mati dan memberikan masalah yang besar.

Ciri-ciri Hernia
Setiap kegiatan yang meningkatkan tekanan di dalam perut bisa memperburuk kondisi hernia. Ciri-ciri yang timbul dari hernia ini bermacam-macam tergantung dari kondisinya, berikut ini ciri-cirinya: Timbul nyeri di daerah perut bagian bawah, rasa sakit atau nyeri ini akan sangat terasa ketika ada tekanan di dalam perut seperti saat batuk, mengejan atau mengangkat beban yang berat, muncul benjolan di daerah selangkangan atau daerah perut, benjolan ini akan meningkat ukurannya ketika berdiri atau tekanan perut meningkatPada beberapa kasus timbul tonjolan tanpa disertai dengan rasa sakit yang jika terus dibiarkan bisa membuat hernia masuk ke dalam skrotum. 

Terkadang muncul rasa sakit yang disertai dengan demamJika usus sudah terjebak atau terjepit dalam jangka waktu lama bisa mengalami kerusakan yang ditandai dengan mual dan muntah, timbul nyeri yang selalu hadir diikuti dengan gejala gangguan pencernaan
Jika tonjolan turun beroknya masih kecil maka ada kemungkinan bisa pulih sendiri, usahakan untuk tidak terlalu banyak melakukan kegiatan yang membuat tubuh mengedan misalnya mengangkat beban terlalu berat.

Jenis-Jenis Hernia (Turun Berok)
1. hernia reponibilis, yakni hernia yang masih dapat keluar masuk isi hernia keluar jika berdiri atau mengejan dan masuklagi jika berbaring atau didorong masuk.
2. irreponibililis yakni hernia yang tidak dapat keluar masuk lagi atau isi kantung hernia tidak bisa dikembalikan lagi ke tempat semula.
Berdasarkan terjadinya Hernia (Turun Berok)
1. hernia kongenital (bawaan lahir) misalnya hernia umbilicalis, yakni hernia pada pusar yang menonjol ketika bayi menangis, mengejan, batuk dan aktifitas lain yang menyebabkan tekanan rongga perut meningkat.
2. hernia yang timbul karena dipicu berbagai faktor

Pengobatan  Turun Berok (Hernia)

Untuk pengobatan  cobalah ramuan resep ini :
1.Satu butir telur ayam kampung.
2.Tiga sendok makan madu asli.
3.Tiga sendok makan minyak samin.
4.Air putih secukupnya.

Cara Meramu :
Tuangkan ke dalam gelas telur, madu dan minyak samin lalu tambahkan sedikit air, setelah itu aduk sampai tercampur rata. Kemudian minum diwaktu pagi hari, hasilnya akan anda rasakan pada perut yang terasa sakit. Dan bila dilakukan berulang-ulang akan cepat sembuh penyakit hernia ( poros ) yang Anda derita. Cobalah resep ini Insya Allah Anda sembuh seperti sedia kala.

Pencegahan Dini Turun Berok (Hernia)

Sebelum terkena turun berok  ada baiknya kita atasi sejak dini saja apabila ada gejalanya sebelum menjadi parah. Ada beberapa tips baik dari pengalaman pribadi dan juga info dari teman-teman mengenai mengatasi turun berok sejak dini.

Caranya :
  • Makan yang teratur, dan perbanyak makan buah dan sayuran , Minum  jus buah manggis keseluruhan bagian buah  dan kulit manggis ( garcinia mangostana) dan beberapa tumbuhan berkhasiat obat antara lain  Bunga roselle,   Apel,  Anggur, Sirsak dan daun sirsak.
  • Kurangi merokok dan Perbanyak minum air putih
Apabila sudah ada gejalanya seperti sakit dibawah pusar coba tahapan berikut :
  • Urut atau pijat tradisional yang berpengalaman mengatasi turun berok
  • Kurangi angkat yang berat-berat tapi seandainya memang sudah kerjaan, ketika mengangkat barang usahakan lutut ikut ditekuk dan kita angkat dari bawah ( seperti lifter atau atlit angkat besi ).
  • Biasakan memakai cangcut atau segitiga pengaman atau sempaque.
  • Biasakan setiap pagi ( sebelum sarapan ) kaki diangkat keatas dan pantat menempel di dinding sambil perut diurut kearah dada sekitar 5 - 10 menit
  • Sebelum sarapan coba masukkan jari ke mulut ( agar seperti mau muntah ) agar kita seperti mau muntah dan ketika kita akan seperti mau muntah, bagian dalam perut kita terutama usus akan tertarik keatas dengan sendirinya ( coba saja ).

Tips diatas khusus hanya untuk menghindari dan mengatasi sejak dini serta baru gejala dan apabila sudah parah, lebih amannya langsung kedokter untuk operasi, Operasi yang dilakukan akan membantu mengembalikan usus ke posisi yang sebenarnya

Semoga bermanfaat dan kita terhindar dari segala penyakit dan diberikan kesehatan dari Allah SWT... amin

Referensi:
  • http://sehat-secara-alami.blogspot.com/2009/03/mengatasi-turun-berok-hernia-sejak-dini.html
  • http://morienth27.blogdetik.com/2012/03/06/pengobatan-turun-berok-herbal/
  • http://www.tipswanita.net/ciri-ciri-kena-turun-berok/
  • http://trik-tips-tutorial.blogspot.com/2010/03/cara-mengatasi-penyakit-hernia.html


Khasiat Buah Manggis mengobati Wasir

KEGUNAAN DI MASYARAKAT
Buah digunakan untuk mengobati diare, radang amandel, keputihan, disentri, wasir, borok; di samping itu digunakan sebagai peluruh dahak, dan juga untuk sakit gigi.

Kulit buah digunakan untuk mengobati sariawan, disentri, nyeri urat, sembelit. Kulit batang digunakan untuk mengatasi nyeri perut.

Akar untuk mengatasi haid yang tidak teratur. Dari segi flavor, buah manggis cukup potensial untuk dibuat sari buah.
 

  Manggis
(Garcinia mangostana L.)
Familia :
Clusiaceae (Guttiferae).

Uraian :
Pohon, selalu hijau, tinggi 6-20 m. Batang tegak, batang pokok jelas, kulit batang coklat, memiliki getah kuning. Daun tunggal, duduk daun berhadapan atau bersilang berhadapan, helaian; mengkilat dipermukaan, permukaan atas hijau gelap permukaan bawah hijau terang, bentuk elips memanjang, 12-23 x 4,5-10 cm, tangkai 1,5-2 cm. Bunga betina 1-3 di ujung batang, susunan menggarpu, garis tengah 5-6 cm. Kelopak daun kelopak, dua daun kelopak yang terluar hijau kuning, 2 yang terdalam lebih kecil, bertepi merah, melengkung kuat, tumpul. Mahkota terdiri dari 4 daun mahkota, bentuk telur terbalik, berdaging tebal, hijau kuning, tepi merah atau hampir semua merah.
Benang sari mandul (staminodia) biasanya dalam tukal (kelompok). Bakal buah beruang 4-8, kepala putik berjari-jari 4-6. Buah berbentuk bola tertekan, garis tengah 3,5-7 cm, ungu tua, dengan kepala putik duduk (tetap), kelopak tetap, dinding buah tebal, berdaging, ungu, dengan getah kuning. Biji 1-3,diselimuti oleh selaput biji yang tebal berair, putih, dapat dimakan (termasuk biji yang gagal tumbuh sempurna). Asal usul tidak diketahui. Waktu berbunga Mei - Januari.

Tumbuhan ini dapat tumbuh di Jawa pada ketinggian 1-1000 m dpl pada berbagai tipe tanah (pada tanah liat dan lempung yang kaya bahan organik), sering sebagai tanaman buah. lklim yang diperlukan adalah adanya kelembaban dan panas dengan curah hujan yang merata. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji yang telah dikecambahkan terlebih dahulu dalam kantong plastik (segera setelah dikeluarkan dari buah). Kecambah dapat ditanam di lapangan setelah berumur 2 - 3 tahun, dengan jarak tanarn 10 m. Tanaman muda harus dilindungi/dinaungi dan akan berbuah setelah berumur 8-15 tahun. Pohon yang dipupuk akan lebih cepat berbuah. Tingkat keberhasilan perbanyakan dengan metode kultur jaringan turus kuncup ketiak daun menggunakan Indole Butyric Acid (IBA) sangat kecil.

Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA Garciniae mangostanae Cortex fructus; Kulit buah Manggis. Garciniae mangostanae Radix; Akar Manggis. Garciniae mangostanae Folium; Daun Manggis.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
EFEK BIOLOGI DAN FARMAKOLOGI Rebusan kulit buah manggis mempunyai efek antidiare. Buah manggis muda memiliki efek speriniostatik dan spermisida. Ekstrak (n-heksana dan etanol) manggis memiliki tingkat ketoksikan tertentu pada penggunaan metode uji Brine Schrimp Test (BST).

Dari hasil suatu penelitian dilaporkan bahwa Mangostin (1,3,6-trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis(3metil-2-butenil)-9H-xanten-9-on) hasil isolasi dari kulit buah mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Dari hasil studi farmakologi dan biokimia dapat diketahui bahwa mangostin secara kompetitif menghambat tidak hanya reseptor histamin H, mediator kontraksi otot lunak tetapi juga epiramin yang membangun tempat reseptor H1, pada sel otot lunak secara utuh. Mangostin merupakan tipe baru dari histamin.

Toksisitas Pemberian ekstrak daun muda terhadap mencit bunting dengan dosis 500, 1000, 1500 mg/kg BB, menunjukkan efek pada fetus berupa penurunan berat badan, terjadinya perdarahan pada fetus, dan adanya perubahan jaringan hati fetus seperti nekrosis pada sel hepar, tetapi tidak terjadi kelainan perkembangan dan aborsi. Ekstrak daun manggis dengan berbagai dosis dapat mengurangi jumlah sel spermatid, terjadi penambahan jumlah spermatozoa abnormal, dan lambatnya gerak maju spermatozoa mencit.

CARA PEMAKAIAN DI MASYARAKAT
Untukmengobati disentri digunakan kulit dari 2 buah manggis, dicuci dan dipotong potong, direbus dengan 4 gelas air sampal volume tinggal 1/2 nya, setelah dingin disaring Ialu diminum dengan madu bila perlu (2 x sehari 3/4gelas).

Untukmengobati mencret digunakan kulit dari 2 buah manggis yang masak, dicuci dan dipotong potong, direbus dengan 3 gelas air sampai volume tinggal 1/2nya, setelah dingin disaring kemudian diminum dengan madu seperlunya (2 x sehari 3/4gelas).

Untukmengobati sariawan digunakan kulit dari 2 buah manggis, dicuci dan dipotong potong, direbus dengan 3 gelas air sampai volume tinggal 1/2 nya, setelah dingin disaring untuk berkumur dan terus diminum (3 - 6 x sehari 2 sendok makan).

Komposisi :

Ekstrak kulit buah yang larut dalam petroleum eter ditemukan 2 senyawa alkaloid . Kulit kayu, kulit buah dan lateks kering Garcinia mangostana mengandung sejumlah zat warna kuning yang berasal dari dua metabolit yaitu mangostin dan ß-mangostin yang berhasil diisolasi. Mangostin merupakan komponen utama sedangkan ß-mangostin merupakan konstituen minor.

Ditemukan metabolit baru yaitu 1,3,6,7-tetrahidroksi-2,8-di(3-metil-2butenil) xanton yang diberi nama a-mangostanin dari kulit buah Garcinia mangostana.

Sumber:
http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=239


Jumat, 14 September 2012

Beras kencur melancarkan peredaran darah dan mencegah masuk angin

Beras kencur adalah minuman jamu warisan nenek moyang kita. Yang sudah terkenal sejak dulu dan selalu diminum untuk menyehatkan badan.

Jika diminum secara rutin berkhasiat menjaga kesehatan tubuh, menambah nafsu makan, mencegah masuk angin, melancarkan peredaran darah,memperlancarkan menstruasi, mengeluarkan dahak, mencegah flu dan sakit tenggorokan, mencegah masuk angin, menghilangkan mual dan perut kembung, menghilangkan pegal linu, memutihkan wajah, merawat, mengencangkan kulit dan mengkilapkan rambut. Ampasnya dapat digunakan sebagai parem untuk mengobati bagian tubuh yang memar karena benturan.

Cara membuat jamu beras kencur diwariskan turun-temurun, berikut ini ada 2 resep beras kencur yang berkhasiat dan mudah membuatnya

RESEP 1

Bahan:
Beras 200 gram
Kencur 50 gram, bersihkan
Jahe 50 gram, bersihkan
Daun pandan 2 lembar
Kelabet 1/2 sendok teh
Kapulaga 10 buah
Kemukus 1/2 sendok teh
Gula merah 300 gram
Air mendidih 100 ml
Air 1500 ml
Garam secukupnya

Cara membuat:
Beras dicuci dan tiriskan. Sangrai lalu rendam dalam air mendidih selama 2 jam.
Sangrai jahe dan kencur, angkat dan sisihkan.
Campur rendaman beras, kencur, jahe yang telah disangrai, kelabet, kapulaga, kemukus dan sedikit garam.
Kemudian haluskan dengan blender.
Rebus air bersama gula merah dan pandan hingga gula larut dan mendidih.
Lalu campur beras kencur dengan air gula, aduk rata lalu saring. Sajikan.ini cukup untuk 7 – 8 gelas


RESEP-2:

bahan:
3 Sdm beras
3 Jari kencur
Sepotong besar jahe
Sepotong kecil kunyit
125 gr gula jawa, 1 sdm asam jawa
1 butir jeruk nipis
Garam secukupnya
Sedikit daun pandan.

Cara membuat:
Rendamlah beras dengan air bersih selama 3 jam.
Rebus gula jawa, kunyit, asam, jahe dan daun pandan dengan 3 gelas air, kemudian saring.
Kencur, jahe dan kunyit (diambil setelah direbus) digiling bersama dengan beras sampai halus.
Lalu tuangkan air rebusan kedalam gilingan rempah sedikit demi sedikit.
Saring dengan kain bersih, terakhir peras jeruk nipis dan beri garam secukupnya.
Jika terasa kurang manis, bisa ditambahkan dengan gula pasir.

Minuman ini bagus diminum hangat-hangat dan nikmat juga diminum dingin dengan dengan di campur es batu.

Selamat mencoba dan dapat anda jadikan sebagai peluang usaha dengan membuat sendiri minuman jamu beras kencur di rumah anda (skala home industri).

semoga bermanfaat, sehat dan sukses selalu

Referensi:
- http://mbakevi.blogspot.com/2011/06/tips-cara-membuat-minuman-beras-kencur.html
- http://kepingemas.blogspot.com/2008/01/membuat-minuman-beras-kencur.html

Kamis, 07 Juni 2012

Ramuan Jus herbal mengobati banyak penyakit

Ibu Sahri (70th) menderita penyakit gula yang disertai dengan beberapa penyakit komplikasinya antara lain;  jantung, sakit kepala, asam urat, dan ginjal. penyakit tersebut sudah di deritanya selama puluhan tahun.

Penyakit nya telah di obati dengan obat-obat dokter namun tak kunjung sembuh.  Kepala nya sering terasa sakit sekali "Pusing dan berat, Seperti di tindih batu besar"  ujarnya. Dan tangan serta kakinya sering mati sebelah dan tidak bisa digerakan.  Malam sulit tidur karena pusing dan ketika bangun pagi badannya terasa pegal dan linu. "sebelah tangan saya, kaku dan tidak bisa diangkat atau di gerakan"

Suatu ketika datang ke rumah nya seorang pengobat tradisional herbal, memberikan ramuan herbal 7 macam sayur dan buah.  yaitu: 1. Labu siam, 2. Apel malang, 3.wortel, 4. kecambah, 5. lidah buaya, 6. lengkuas merah, 7.pare.  Masing-masing sebanyak satu ibu jari dicampur jadi satu dan di blender (dihaluskan) kemudian airnya disaring dan diminum selama 7 (tujuh) hari berturut-turut.

Alhamdulillah setelah meminum ramuan jus itu penyakit nya berangsur hilang dan kini sembuh total. Ketika general cek up di Rumah sakit, hasil laboratorium menunjukan semua penyakitnya hilang.

Demikianlah pengalam seorang ibu yang karena usianya telah lanjut menderita banyak penyakit namun kini sehat dan bugar kembali. Ramuan jus itupun kini tetap di minum nya secara berkala walau penyakitnya sudah tidak di deritanya lagi.  Semoga pengalaman ini dapat bermanfaat. (rhp)

 

Senin, 16 Januari 2012

13 jenis Herbal yang bisa atasi Wasir

Wasir atau bisa disebut ambeien merupakan kelainan akibat membesarnya pembuluh darah balik (vena) pada bagian bawah usus besar (rektum) di daerah dubur. Secara anatomis, wasir sebenarnya bukan penyakit, tapi perubahan pada bantalan pembuluh darah di dubur. Bantalan itu melebar dan membesar.

Wati, Customer Service Jamu Putri Gunung Jati Surabaya mengatakan, secara umum penyebab wasir antara lain karena tubuh kurang serat, terlalu banyak duduk, kurangnya cairan dalam tubuh, dan sirkulasi darah yang tidak lancar. Sedangkan ambeien ada dua macam yaitu ambeien luar dan ambeien dalam. Artinya, ambeien dalam benjolannya berada didalam sedangkan ambeien luar benjolannya diluar anus.

Pengobatan wasir dilakukan berdasarkan tingkat keparahannya. Bila wasir masih dalam derajat ringan, obat tradisional, terutama herba berkhasiat bisa Anda coba. Menurut buku Terapi Herba, Buah, dan Sayuran 10 Penyakit Utama, ada beberapa resep herba untuk mengatasi wasir.

1. Sosor bebek
Efek : Antiradang, mengurangi pembengkakan, menghentikan pendarahan.
Ramuan : Ambil 50 helai daun sosor bebek, cuci bersih, lalu diangin-anginkan sampai kering. Kemudian tumbuk halus dan simpan dalam wadah tertutup rapat. Satu sendok makan bubuk daun sosor bebek itu seduh dalam satu cangkir air panas (boleh ditambah madu). Aduk-aduk. Minum setelah hangat. Ramuan ini bisa diminum 3 kali sehari.

2. Daun Saga
Ambil daun saga 1 genggam, herba pegagan 1 genggam, daun patikan China (serbuk) 1 sendok teh, akar kelembak (serbuk) ½ sendok teh, rimpang temulawak 7 keping, dan air 1 gelas.
Semua bahan direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih lalu disaring kemudian tambahkan madu1 sendok makan, setelah hangat diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

3. Urang-aring
Ambil herba urang-aring 7 buah, akar patikan China 7 buah, daun iler 7 helai, kayu ules 1 buah, dan air 1 gelas. Semua bahan direbus dengan 1 gelas air sampai mendidih lalu saring dan ditambah madu 1 sendok makan lalu diminum 2 kali sehari.


4. Tapak liman (Elephantopus scaber)
Rebus 0,5 kg daun tapak liman dalam 1,5 l air mendidih. Sebaiknya rebus dalam dalam panci dengan tutup berlubang di bagian tengah. Setelah cukup panas, segera angkat panci dan uap air yang keluar dari lubang tutup panci diarahkan tepat ke lubang dubur penderita wasir. Lakukan 2 kali sehari.

5. Buah tomat
Rebus beberapa buah tomat yang sudah masak dalam minyak kelapa selama kira-kira 10 menit, lalu disaring dengan sepotong kain bersih. Setelah dingin oleskan pada wasirnya.

6. Lidah buaya (Aloe vera)
Efek : Pencahar (laxative), antiradang, melembutkan kulit (emoliens)
Ramuan : Lidah buaya secukupnya dijus, tambahkan norit dan bubuk gambir secukupnya. Aduk hingga merata kemudian oleskan di bagian wasir.
Resep kedua, daging lidah buaya diparut atau dijus. Tambahkan segelas air matang dan 2 sendok makan madu murni. Aduk lalu disaring. Air sarinya diminum.
,
7. Akar kangkung
Yang paling baik adalah akar kangkung cabut. Sebagai obat luar untuk wasir, akar kangkung dicuci bersih lalu direbus. Air rebusannya digunakan untuk membasuh atau membersihkan anus.
Ramuan : Ambil satu genggam akar kangkung, tambahkan adas 1 sendok teh, pulasari 1/3 jari. Kemudian rebus dengan 2-3 gelas air dengan api kecil, teruskan sampai airnya tinggal 1-1 1/2 gelas, dinginkan, saring dan minum dua kali sehari.
Resep kedua, segenggam kecil akar kangkung dicuci bersih, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga separuhnya. Setelah dingin, minum sehari 2 gelas setengah gelas.

8. Terung ungu
Ambil 15 gr akar terung ungu, lalu keringkan dan giling hingga menjadi bubuk. Kemudian 3 g bubuk akar terung ungu itu dicampurkan dengan bubuk sambiloto, jus lidah buaya secukupnya dan diaduk rata. Oleskan pada bagian wasir.

9. Pisang batu/klutuk
Ambil 3-5 pisang batu muda, cuci bersih kemudian parut dan diperas. Air perasannya ditambah sedikit pulosari dan gula aren atau gula merah. Diaduk merata, disaring, dan diminum 1-2 kali sehari.

10. Pegagan
Efek: Anti-infeksi, menyejukkan. Di tanah air disebut juga dengan Antanan atau Kalikuda. Daun ini dikenal sebagai obat penguat lambung.
Ramuan : Ambil segenggam daun pegagan yang segar, lalu rebus dengan tiga gelas air dalam api kecil. Setelah airnya tinggal setengah gelas, dinginkan lalu disaring. Minum dua kali sehari.

11. Daun Handeuleum
Daun ini di Jawa disebut dengan Daun Ungu, di Madura disebut dengan Karotong sedangkan di Bali dikenal sebagai Temen. Dalam bahasa Latin disebut dengan Latya graptophyllum pictum L.Griffith. Daun yang berwarna lembayung atau ungu ini, bisa dimakan sebagai lalap mentah atau dikukus bahkan bisa dibuat sayur.
Ramuan : Ambil 7-8 lembar daun ini, adas 1 sedok dan pulosari setengah jari. Kemudian rebus dengan 2 gelas air (500 ml), dengan api kecil, sehingga airnya tersisa 1 gelas lagi. Untuk penderita wasir derajat 3-4, minum sehari tiga kali. Sedangkan untuk wasir yang masih ringan, air rebusan tadi bisa diminum dalam 2-3 kali. Jika ingin lebih enak, maka bisa ditambahkan seiris temu lawak dalam rebusan tadi.

12. Tape.
Biasakan makan tape, baik tape ketela pohon maupun tape ketan setiap hari. Dalam waktu tiga hari (bila sudah keluar darah dari dubur), darah akan berhenti/mampet, dan kemungkinan dalam waktu satu minggu akan sembuh.

13. Daun Salak.
Kalau ambeien/wasir belum parah atau masih gejala, dapat juga dicoba resep tiga helai daun salak direbus dengan air sebanyak satu gelas. Lalu air rebusan tadi disaring dan diminum dengan gula merah. Minum dua kali sehari, pagi dan malam. Lakukan secara rutin.

Sumber: http://cintaherbal.wordpress.com

Daun Wungu (Handeuleum) Ampuh Mengobati Wasir

Handeuleum (Daun Wungu) (Graptophylum pictum Griff) adalah tanaman obat yang sangat populer, berkhasiat mengobati wasir (hemorrhoid) atau ambeien.

Daun ungu juga berkhasiat antiinflamasi, antiplak gigi, dan mencegah sakit ketika menopause. Wasir atau hemorrhoid merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya pembengkakan atau pembesaran pembuluh vena di bagian terbawah poros usus, baik di sisi dalam maupun di sisi luar anus.

Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan seperti bisul berwarna merah kebiru-biruan atau kehitaman. Ada dua tipe wasir yang lazim dikenal, wasir dalam ( internal hemorrhoid) dan wasir luar ( external hemorrhoid) . Wasir bisa disebabkan karena kurang mengkonsumsi serat. Ini mengakibatkan susah buang air besar ( konstipasi) , hingga penderita kerap mengejan.

Daun Ungu (Graptophyllum pictum) atau nama lainnya Demung, Tulak, Wungu (Jawa); Daun Temen-temen, Handeuleum (Sunda), Temen (Bali); Karotong (Madura), Daun Putri, Dongora (Ambon); Kobi-kobi (Ternate); termasuk tumbuhan tumbuh liar dipedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat, daun ungu cocok tumbuh didaearah dataran rendah sampai ketinggian 1250 meter di atas permukaan laut.

Batang: Batangnya berwarna ungu, penampang batangnya berbentuk mendekati segi tiga tumpul. Ciri tumbuhan perdu yang memiliki batang tegak, ukurannya kecil dan tingginya hanya dapat mencapai 3 meter, biasanya Daun: mempunyai struktur posisi daun yang letaknya berhadap- hadapan Bunga: bersusun dalam 1 rangkaian tandan yang berwarna merah tua.

Tanaman daun ungu mengandung kandungan kimia antara lain. Alkaloid non toksik, flavonoid, glikosid, steroid, saponin, tanin, calsium oksalat, asam format dan lemak. Dengan berbagai kandungan kimiawinya daun ungu mempunyai sifat sebagai antiinflamasi, peluruh air seni, mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan, pelembut kulit kaki, melunakkan feaces, dan mengempiskan wasir.

Kegunaan :
Sembelit: Rebus 7 helai daun handeuleum dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum sekaligus pada pagi hari.

Ambeien: 15 helai daun handeuleum, seibu jari kunyit, sedikit gula aren direbus dengan 4 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Saring. Minum 2x sehari, masing-masing 1 gelas.

Bisul: Beberapa helai daun handeuleum dicuci lalu ditumbuk halus. Oleskan pada bisul.

Demam karena perut kotor: 7 helai daun handeuleum, 5 iris temulawak direbus dengan segelas air. Saring. Minum 1x sehari.

Batu empedu: 7 helai daun handeuleum, beberapa helai daun urat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.

Melancarkan haid: Segenggam bunga daun handeuleum yang sudah dikeringkan, direbus dengan 4 gelas air. Minum seperti kita minum teh 3x sehari. Catatan: Sebaiknya diminum menjelang haid.

Bengkak karena terpukul: Kulit batang handeuleum ditumbuk halus lalu letakkan di bagian yang bengkak.

Rematik: Segenggam daun handeuleum dicuci lalu ditumbuk. Oleskan pada bagian yang sakit. (mrd)

Sumber :
Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999.
Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.
Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.
Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.
warintek.ristek.go.id
herbalindonesiaterpercaya.wordpress.com

Sabtu, 07 Januari 2012

Curcuma Longa - Herbal

Botanical Name-: Curcuma longa
Family Name-: Zingiberaceae (ginger)
Other Names: Turmeric, Curcuma, Curcuma

History Curcuma longa
Turmeric has been used in Indian systems of medicine for a long time. It was listed in an Assyrian herbal dating from about 600 BC and was also mentioned by Dioscorides. Both the East and the West have held its medicinal properties in high regard through the ages.

Principal Constituents
The rhizomes contain curcuminoids, curcumin, demethoxy curcumin, bis- demethoxycurcumin, 5'- methoxycurcumin and dihydrocurcumin which are found to be natural anti-oxidants. A new curcuminoid, cyclocurcumin, was isolated from the nematocidally active fraction of turmeric. The fresh rhizomes also contain two new natural phenolics which possess antioxidant and anti-inflammatory activities and also two new pigments. Several sesquiterpenes, germacrone, turmerone, ar-(+)-, a-, ß- turmerones; ß- bisabolene; a-curcumene; zingiberene; ß- sesquiphellandene, bisacurone; curcumenone; dehydrocurdione; procurcumadiol; bis-acumol; curcumenol; isoprocurcumenol epiprocurcumenol; procurcumenol; zedoaronediol; curlone; and turmeronol A and turmeronol B, have been recorded from the rhizomes. The rhizomes are also reported to contain four new polysaccharides-ukonans - having activity on the Reticuloendothelial system, along with stigmasterol, ß-sitosterol, cholesterol and 2-hydroxymethyl anthraquinone1.

The essential oil from the rhizome contains d-a-phellandrene, d-sabinene, cineol, borneol, zingiberene, sesquiterpenes (turmerones)2. The crystalline coloring matter, curcumin, is a diferuloyl methane. It dissolves in concentrated sulphuric acid giving a yellow-red coloration3.


Pharmacology
Turmeric possesses anti-inflammatory property. Petroleum ether extracts of the rhizome showed significant anti-inflammatory activity in experimental animals without producing any toxicity or side effects. The anti-inflammatory activity of turmeric extracts has been attributed to curcumin and its analogues4

Oil of C.longa leaves obtained by steam distillation was given orally to study its effects on the exudative and proliferative phases of the inflammatory reaction, using the techniques of carrageenin-induced paw edema and cotton pellet methods in male albino rats. The anti-inflammatory activity was compared with Phenylbutazone. In carrageenin- induced edema, 1.6ml/kg of the volatile oil had as much anti-inflammatory activity as that of 100mg/kg Phenylbutazone. The oil was also found to be potent in cotton pellet granuloma studies5.

An oral dose of 500mg/kg of the ethanol extract of turmeric produced significant antiulcerogenic activity in rats subjected to hypothermic-restraint stress and pyloruic ligation. It also showed marked anti-ulcerogenic effect in indomethacin and reserpine, induced-gastric ulcers in rats. The extract had a highly significant protective effect against cytodestructive agents. Turmeric extract not only increased the gastric wall mucus significantly but also restored the non-protein sulfhydryl (NP-SH) content in the glandular stomachs of the rats6.

C.longa rhizome extract showed blood glucose lowering activity in experimental, induced- diabetic rats. After 3 and 6 hrs of curcuma injection (10mg), 37.2 percent and 54.5 percent fall, were observed respectively in the glucose levels7.

Turmeric is reported to have anti-fertility activity as observed with experimental animals. The petroleum ether and aqueous extracts showed 100 percent anti-implantation in rats at a dose of 200mg/kg body wt fed orally on day 1 to 7 of pregnancy8.

Clinical Studies
Of the 50 cases of conjunctivitis, 25 cases were treated with Haridra Eye drops (HEB) and other 25 cases with soframycin eye drops (SED). Clinical symptoms started subsiding from the 3rd day and all were cured by the 6th day (except 2 patients) in patients treated with HED. In SED patients symptoms subsided from the 4th day and complete relief took 7 days except for 2 cases, which took 9 days. This indicates that HED has a definite role in conjunctivitis. Bacteriological study shows that Haridra act, effectively on E.coli, Staphylococus aureus, Klebsella and Pseudomonas9.

The Volatile oil of C.longa when given orally, was found most effective in the treatment of bronchial asthma than when given intramuscularly10.

Toxicology
The clastogenic potential of Curcuma longa in experimental rats in in vivo conditions has been evaluated. A single acute dose treatment (500mg/kg b.w.) could not significantly induce micronucleated polychromatic erythrocytes but caused considerably higher chromosomal abberrations11.

Indications
In Indian systems of medicine, turmeric is used to some extent as a stomachic, tonic and blood purifier. It is also prescribed as an antiperiodic alterative. Externally, it is applied to indolent ulcers. A decoction of the rhizome is said to relieve the pain of purulent ophthalmia. Oil of turmeric, distilled from the dried rhizomes, has feeble antiseptic properties. It is an antacid, and, in small doses, acts as a carminative, stomachic, appetiser and tonic. In large doses, however, it appears to act as an antispasmodic inhibiting excessive peristaltic movements of the intestines. Turmeric also possesses anti-inflammatory property.

Product Range
Diabecon (GlucoCare), Geriforte (GeriCare / StressCare), Ophthacare, Purim (HemoCare), V-Gel (FemCare Gel), Anti-Wrinkle Cream, Foot Care Cream, Geriforte Aqua, Geriforte Vet, Scavon.


References
  1. Ravindranath & Satyanarayana, Phytochemistry, 1980, 19, 2031; Masuda et. al., ibid, 1993, 32, 1557; Toda et. al., Chem Pharm Bull, 1985, 33, 1725; Kiuchi et. al., ibid, 1993, 41, 1640; Nakayama et. al., Phytochemistry, 1993, 33, 501; Ohshiro et. al., ibid, 1990, 29, 2201; Golding et. al., J Chem Soc, Chem Commun, 1982, 363; Uehara et. al., Shoyakugaku Zasshi, 1992, 46, 55; Kiso et. al., Phytochemistry, 1983, 22, 596; Imai et. al., Agric Biol Chem, 1990, 54, 2367; Gonda et. al., Chem Pharm Bull, 1990, 38, 482; 1992, 40, 185; Chem Abstr, 1977, 87, 11482; Ogbeide et. al., Pak J Sci, 1985, 37, 15.
  2. Kelkar & Rao. J. Indian Inst. Sci.,1933, 17A, 7. A ketone, and an alcohol identified as p-tolylmethyl carbinol, have been obtained distillate3 (Chem. Abstr., 1933, 27, 4876).
  3. Mayer & Cook,93; Chem. Abstr.,1948,42,8496.
  4. Choudhury & Haq, Bull Med-Ethno-Bot Res, 1980, 1, 408; Arora et. al., Indian J Med Res, 1971, 59, 2189; Ammon & Wahl, Planta Med, 1991, 57, 1; Rao et. al., Indian J Med Res, 1982, 75, 574; Khung et. al., Indian J Pharmacol, 1986, 18, 20; Srimal & Dhawan, J Pharm Pharmacol, 1973, 25, 447; Srimal, Indian Spices, 1993, 30 (2&3), 21; Dhawan, ibid, 1993, 30 (2&3), 19; East Pharm, 1979, 22 (258), 70; Sinha et. al., Nagarjun, 1976, 19 (6), 11.
  5. Iyengar, M.A et. al., Indian Drugs, 1994, v., 31(11), 528-531.
  6. Rafatullah, S. et. al., J. Ethnopharmacol., 1990, v., 29(1), 25-34.
  7. Tank, R. et. al., Indian Drugs, 1990, v., 27(11), 587-589.
  8. Choudhury & Haq, Bull Med-Ethno-Bot Res, 1980, 1, 408; Garg et. al., Indian J Exp Biol, 1978, 16, 1077; Garg, Planta Med, 1974, 26, 225; Curr Res Med Arom Pl, 1983, 5, 83-01-549.
  9. Srinivas,C. and Prabhakaran,K.V.S., Ancient Science of Life, 1989, v., 8(3 & 4), 279-283.
  10. Jain, J.P. et. al., J. Res. Ayur. and Siddha, 1990, v., 11(1-4), 20-30.
  11. Jain, A.K. et. al., Curr. Sci., 1987, 56(19), 1005-1006.
Source : himalayahealthcare